KRL Serpong-Jakarta (dari Kompas)

Diambil dari kompas : http://www.kompas.co.id/

 Pagi di KRL Serpong-Jakarta…

R ADHI KUSUMAPUTRA

Sepotong pagi di KRL Serpong-Jakarta. Rangkaian gerbong KRL 353 A yang parkir di Stasiun Serpong, Rabu (25/4) pagi, mulai bergerak pukul 06.22, terlambat tujuh menit dari jadwal.

Puluhan penumpang berpakaian necis masuk, tetapi tempat duduk di kereta itu masih banyak yang kosong. “Saya merasa nyaman duduk di KRL ber-AC ini. Copet jarang berkeliaran,” kata Wahyu, warga Nusa Loka BSD yang bekerja di bidang teknologi informasi.

KRL bergerak menuju Stasiun Sudimara. Natalia (34) warga Latinos BSD yang bekerja di Setiabudi, Jakarta Selatan, tampak lega. Dia duduk di salah satu sudut gerbong keempat.

Natalia lalu bercerita, sebetulnya dia punya mobil, tetapi memilih naik KRL AC karena lebih praktis. Dia berlangganan ojek pergi-pulang sebulan Rp 300.000 untuk mengantar dan menjemputnya di Stasiun Serpong. “Saya berhenti di Stasiun Sudirman dan naik ojek lagi ke kantor,” katanya.

Ketika KRL AC melintasi Stasiun Rawabuntu, Natalia pun menyeletuk. “Wah, sayang ya KRL AC tidak berhenti di Rawabuntu. Pasti banyak penumpang kelas menengah yang naik KRL AC. Ini kan pasar prospektif untuk PT KA,” ungkap Natalia.

Tak terasa KRL AC yang masih kosong itu berhenti di Stasiun Sudimara pukul 06.29. Begitu pintu KRL dibuka, penumpang langsung berebutan masuk. KRL yang kosong langsung penuh. Banyak penumpang berdiri.

Penumpang perempuan berkerudung, Enggar Dwi Hastuti (37), warga Vila Bintaro, bercerita dia naik KA sejak tahun 1998. “Sekarang sudah ada KRL AC, ya bagus,” kata Enggar yang bekerja di kantor pusat BTN Harmoni. Dalam sehari, Enggar harus mengeluarkan biaya sedikitnya Rp 22.000 untuk biaya transportasi dari rumah ke kantornya pergi-pulang. Selain biaya KRL, juga angkot dan ojek.

Pukul 06.41, KRL AC berhenti di Stasiun Pondokranji. Di stasiun ini cukup banyak penumpang yang naik, mengingat di sekitar stasiun ada beberapa perumahan dibangun.

KRL itu melaju melintasi Stasiun Kebayoran dan berhenti di Stasiun Palmerah pukul 06.52. Di sini, banyak penumpang turun. Tiga menit kemudian, KRL melaju dengan kecepatan lebih tinggi dan tiba di Stasiun Tanah Abang pukul 06.58. Puluhan penumpang pun turun di sini.

Hanya 37 menit, perjalanan dari Stasiun Serpong menuju Stasiun Tanah Abang menggunakan KRL AC yang berangkat paling pagi. “Perjalanan KRL setelah rel ganda dioperasikan memang lebih cepat, dari sebelumnya 50-60 menit,” kata Kepala Stasiun KA Serpong Sugeng Suwarto dalam percakapan dengan Kompas, Rabu pagi.

Saat ini perjalanan KRL AC dari Serpong ke Tanah Abang adalah pada pukul 06.15, 06.31, 07.05, dan 08.30. Pada sore hari, KRL AC Tanah Abang-Serpong berangkat pukul 16.28, 17.41, 17.50, 18.20, dan 18.35. “Kami akan menambah jumlah perjalanan KRL AC jika sudah ada sinyal blok,” kata Sugeng. Jalur Gambir-Manggarai dalam satu petak jalan dapat menampung lima-enam KA. Seharusnya, jalur Tanah Abang-Serpong punya sinyal blok seperti jalur Bekasi-Jakarta dan Bogor-Jakarta.

Penumpang berharap KRL AC beroperasi hingga pukul 24.00, mengingat pekerja malam juga butuh angkutan transportasi yang memadai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s